“Kulturnya sekarang bisa meledak ke seluruh dunia, tanpa harus mengikuti benar model Barat,” imbuhnya.
Sementara Siti Kusujiarti, PhD, menggarisbawahi peran penting pendidikan bagi masa depan bangsa. Ia menganjurkan interpretasi pendidikan yang luas yang melampaui ruang kelas formal untuk mencakup pembelajaran seumur hidup. Menurutnya, berpikir kritis sangat penting untuk menavigasi kompleksitas dunia modern, khususnya pada era media sosial dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia berpendapat bahwa mengembangkan dan mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis di semua bidang kehidupan sangat penting bagi Indonesia untuk bersaing di panggung global.
Menutup pembicaraan dengan VOA, Teruna Siahaan, PhD, mengatakan bahwa dia masih sangat mencintai Indonesia. Oleh karena itu dia masih berusaha meluangkan waktu menjadi dosen melalui tautan Zoom di berbagai universitas di Indonesia, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia. Dia juga mensponsori para mahasiswa pascasarjana dan pascadoktoral dari Indonesia untuk melakukan penelitian di University of Kansas.
