“Jadi, meskipun karakter budaya kita sudah bagus, tapi ada yang mengeluh, ada yang putus asa, ada yang merasa, oh, terlalu banyak, dan sebagainya. Kalau saya melihatnya agak lain. Ini adalah kesempatan. Jadi, betapa enaknya udara bersih, semua teratur, kemudian semua proses teratur, dan kalau mau jadi profesor juga jenjangnya sudah teratur, kreditnya jelas, tidak bisa korupsi, kira-kira gitu,” akunya.
Herry juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara mematuhi norma budaya dan bersikap terbuka terhadap ide dan cara berpikir baru. Ia mencatat bahwa meskipun orang Indonesia pekerja keras dan penuh hormat, ada juga kebutuhan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemauan untuk menantang norma yang sudah ada untuk mendorong inovasi. Keseimbangan ini sangat penting untuk keberhasilan dalam lingkungan yang kompetitif dan dinamis seperti Amerika Serikat.
Bagi mahasiswa dan akademisi Indonesia yang bercita-cita membangun karier di AS, Herry menyarankan untuk merangkul perbedaan dalam budaya dan sistem pendidikan. Ia menekankan pentingnya bersikap terbuka terhadap kritik dan terlibat dalam diskusi yang dapat menantang pandangan seseorang. Kepercayaan diri dan kemampuan untuk berpikir kreatif sangat penting untuk berkembang di AS, di mana otoritas dan kepercayaan diri individu sangat dihargai.
