Menurut Siti, jalan yang ditempuhnya untuk menjadi profesor tetap (full professor) boleh dibilang tidak mudah. Awalnya, ia tidak berencana untuk tinggal di AS dalam jangka panjang, tetapi setelah melamar ke banyak institusi, ia berhasil mendapatkan posisi di Warren Wilson College. Ia menyatakan bahwa proses penerimaan sebagai guru besar tetap, sangat panjang dan kompetitif, karena bersaing ketat dengan kandidat lain, tidak hanya hari Amerika tetapi dari seluruh dunia, lantaran setiap lowongan posisi profesor harus diiklankan secara publik.
“Perjalanannya panjang, sebenarnya dulu saya tidak berencana untuk bekerja dan tinggal di sini, tetapi karena waktu itu hanya coba-coba untuk melamar pekerjaan di sini kebetulan diterima. Tapi, waktu itu kalau kita mau cari pekerjaan di sini kan harus mencoba di berbagai macam lembaga, mungkin waktu itu saya sempat apply ke sekitar 50 tempat. Kemudian di sini kan mungkin berbeda dengan di Indonesia. Yang namanya tenure track position (posisi berstatus pegawai tetap) itu harus dibuka secara terbuka, jadi secara publik, baik domestik, maupun global, dan untuk posisi dosen biasanya di Chronicle of Higher Education dan sebagainya,” ungkapnya.
