Banyaknya japri dan telpon tentang pentingnya damai secara substantif ini tentu saja, wajar saja, masuk dalam relung pikiran dan hati saya, terkadang saat sepertiga malam terakhir juga terngiang-ngiang himbauan dan harapan tersebut.
Kayaknya saya mulai terpengaruh oleh himbauan tulus ikhlas yang datang dari sanubari paling dalam beliau-beliau para begawan tersebut.
Dan saya pun mulai melihat cahaya kebenaran hakiki di balik niat mereka menghubungi saya membicarakan tentang damai PWI, damai menyeluruh dan substantif tersebut.
Saya bukanlah pengambil keputusan, tulisan inipun saya buat sebagai bentuk penghormatan saya kepada begawan-begawan yang telah menghubungi saya untuk membicarakan perdamaian substantif PWI tersebut.
Terima kasih.***
